Archive for June, 2007

Siapapun lo … ( maaf … kamu )

Friday, June 15th, 2007

Malam menjelang pagi,
dan kantuk belum juga datang, mulai deh ngelantur kesana kemari
pikir punya pikir … betapa hidup tidak membosankan.
suka senang tawa tangis datang dan pergi,
luka tak sungguh luka , tawa tak sungguh bahagia …
ceiiilah …. jadi puitis … bla bla bla another craps …
dulu pengen jadi pembalap eh … malah nyasar jadi engineer
entah beneran ato boongan, pengen jadi orang baek …
eh … perasaan masih kurang ramah … kurang senyum … kurang supel
… kata temen … ( oi jangan pasang muka songong …. wakakak ) jadi
inget si cikurei, yana, benny, ivan n ashkaf , ceritanya maen band udah
bikin indi label eh malah pada buyar … jadi mau jadi apa ini teh …. ?
kuya batok … ? jadi ketawa sendiri …
Beberapa minggu yang lalu aku kecelakaan … kata mamah dewi …. ntong
kekebutan wae atuh … yach … namanya juga anak muda …. ( kalo masih bisa dibilang muda ) , motor ancur … masuk bengkel … blok mesin pecah … udah ganti … musti setting ulang … nah lo
… terpaksa uang proyekan masuk ke bengkel … buset deh ini motor jajan melulu …
cepet sehat ya … biar bisa dibawa kekebutan lagi … wakakak
tapi aku punya pesen nih buat kamu ….
Nggak peduli apa agamamu, nggak peduli apa panggilan kecilmu, nggak peduli kamu anak siapa, nggak peduli berapa banyak materimu, nggak peduli seberapa keren gayamu … Jangan pernah berhenti belajar … Jangan pernah berputus asa … Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha … yang diatas MAHA Mengetahui dan Berkuasa atas segalanya, DIA nggak akan pernah berhenti mencintai kita, hanya kita aja yang sering kali berpaling, materi bisa abis dalam sekejap, kewibawaan bisa hilang dalam hitungan detik, kebanggan tak bertahan lama, mimpi pasti berakhir, keindahan hilang seiring waktu, tapi ilmu yang bermanfaat dan iman nggak, so Just Do the Best … and do it better … and better, nah tinggal satu pertanyaan buat kita nih …
*** Kita akan bahagia kalau …..? ***
nah jawab sendiri pertanyaan itu, pikirin mateng mateng, jangan setengah mateng kaya telor ceplok dipagi hari ( wakakak … kebanyakan sarapan nasi goreng … omelet udah kagak musim … ), jawab yaaaa …. jawaaab jangan diam dan membisu … aku menunggumu … ( lagu peterpan ) … sekeping hati dibawa berlari ( nah musik lagi neeeh … diterusin …deh )

Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang …

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

nah …. xmms -> close … trus
[kayudha@shellcode ~]$ shutdown -h now

bye ….

Sibuk ???

Friday, June 15th, 2007

Entah sibuk … entah lelah ?
Tak jelas jenuh ataupun jengah …
Bulan bulan yang menguras tenaga
Kapan waktuku tiba
Bisikan lirih dalam hati
Mahluk ini banyak menuntut
Baca lagi baca lagi
Tumpukan buku dan ebook
Makin sebal dan makin kesal
Compile dan jalan ..
Rubah lagi rubah lagi …
Kode dan script ini seperti hampa
Konfigurasi ini tak tetap
Pastikan … bangun dan biarkan …
Jangan di utak utik lagi …
Capek tau …
Bisik hati pada … badan dan otak sebelah kanan …
Memang aku capek … haha capek juga …
Berteriak puas dan lantang … HEEEEEEEHHHHHHHHHH
Nah sekarang teruskan lagi ….
Hmm … beginilah …
At least i Love it …

Jangan berhenti BELAJAR lagi

JANGAN PERNAH … berhenti …

Memang aku tak mau BERHENTI … belajar lagi …

Hanya ini …. hanya ini …

Semoga nanti ada waktu untuk diriku … sendiri …

Menunggu jawaban …

Friday, June 15th, 2007

Kapan Engkau Datang?Publikasi: 14/05/2004 16:03 WIB
Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap
di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.

Calon suamiku, …

Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat
usiaku jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada
Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu
menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti
jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus
menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang
kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos
agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu?
Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang
ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?

Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang
penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang
amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini.
Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau
dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu
dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa
amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu
bersama-sama.

Calon suamiku yang selalu ku nanti,…

Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu
memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau
inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang
ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang
jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti
yang kita harapkan nantinya.

Calon suamiku,…

Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan
selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang
terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.

Calon suamiku,…

Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.

Dari ku yang merindukanmu

sebuah catatan menjelang usia 25

geovisit();

Dan ini jawabku …. ?

Masih terdiam ….

Masih membeku ….

Masih terpaku ….

Bukan tak mampu ….

Entah mengapa aku menjadi begitu bimbang ,,, ?

Ku ingin pastikan ini bukan cinta sesaat …

Bukan untuk sekejap ….

Menikahimu dan juga menikahkan keluarga …

Apa jawabku …. ??????????????????????????????????????????????????