Menunggu jawaban …

Kapan Engkau Datang?Publikasi: 14/05/2004 16:03 WIB
Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap
di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.

Calon suamiku, …

Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat
usiaku jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada
Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu
menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti
jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus
menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang
kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos
agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu?
Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang
ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?

Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang
penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang
amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini.
Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau
dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu
dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa
amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu
bersama-sama.

Calon suamiku yang selalu ku nanti,…

Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu
memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau
inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang
ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang
jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti
yang kita harapkan nantinya.

Calon suamiku,…

Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan
selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang
terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.

Calon suamiku,…

Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.

Dari ku yang merindukanmu

sebuah catatan menjelang usia 25

geovisit();

Dan ini jawabku …. ?

Masih terdiam ….

Masih membeku ….

Masih terpaku ….

Bukan tak mampu ….

Entah mengapa aku menjadi begitu bimbang ,,, ?

Ku ingin pastikan ini bukan cinta sesaat …

Bukan untuk sekejap ….

Menikahimu dan juga menikahkan keluarga …

Apa jawabku …. ??????????????????????????????????????????????????

Leave a Reply